Jakarta, 19920


Ternyata masih dua minggu aku disini, 


Di tanah asing yang jadi impian orang-orang.
Di tempat, yang bagi banyak orang adalah tempat mengubah nasibnya
ada yang bekerja untuk keluarganya, mengejar cita-citanya
atau niat-niat lain yang pastinya beragam, yang aku tak tau apa.


Nyatanya dua minggu disini terasa lama
rasanya seperti sudah sebulan lamanya.
Entah, bisakah itu disebut betah?
yang pasti, aku masih berusaha.
Karena, tak mungkin aku mau mengecewakan 
kedua orang tua di rumah


Tapi ada hal yang membuatku merasa, 
minggu-minggu ini begitu melelahkan.


Selain mungkin tugas-tugas yang makin banyak
dan selalu naik level sulitnya. 
Yaa..., tak mungkin ada perusahaan yang membayar
karyawannya hanya untuk leha-leha.


Namun bukan itu ternyata,
 
Masalah uang? mungkin juga.
Tapi, aku disini juga ada sodara yang sedikit-banyak
bisa membantu, jadi itu bukan masalah.
Lalu apa? Kenapa?


Rasanya seperti ada yang tertinggal.
Disana, di Surabaya.


Oh iya, ternyata itu penyebabnya.
Hmm, aku belum sempat bertemu dengannya


Ya, benar. aku belum sempat bertemu selama berbulan lamanya
Sejak ia berkata, kami tidak bisa lagi sama-sama
Kami tak cocok, alasannya
Entahlah, rasanya aku belum bisa menerima


Sudah kucoba sebenarnya,
tapi apa mau dikata, aku masih menyimpan rasa
Kangen....... sekali, sangat !
Tapi mau apa? aku bisa apa?


Tak hanya tak sempat bertemu, menyapa saja
sudah sangat sulit rasanya.
Bukannya tidak mau, tapi tidak bisa
Takut akan mengganggu nya


Tiap hari hanya bisa melihat ruang chat saja
membaca history chat kami berdua
"melihatmu online saja, aku sudah senang"
Pikirku begitu, nyatanya tetap tidak tenang


Entah sampai kapan, entah bagaimana akhirnya
yang pasti sampai sekarang, masih sama
Rindu !, aku masih merindukan nya
Tuhan, Jika boleh aku berharap, 
bolehkah aku kembali bertemu dengannya ?


Komentar

Postingan Populer